Selamat Datang Di Pangupodit.com, Semoga Semua Informasi Ini Bermanfaat Bagi Anda.
Tweet This! Share on Facebook Digg it! Add to Delicious! Stumble it

Sejarah Mata Air Zamzam

| October 26th, 2012 at 08:10 am

Air Zamzam berasal dari mata air Zamzam yang terletak di bawah tanah, sekitar 20 meter di sebelah Tenggara Ka’bah. Mata air atau Sumur ini mengeluarkan Air Zamzam tanpa henti. Diamanatkan agar sewaktu minum air Zamzam harus dengan tertib dan membaca niat. Setelah minum air Zamzam kita menghadap Ka’bah.

Sumur Zamzam mempunyai riwayat yang tersendiri. Sejarahnya tidak dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali.Namun tidak berhasil menemukan air setetespun karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum didiami manusia selain Siti Hajar dan Ismail.

Penjelasan tentang sejarah ini adalah sbb :

Saat Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang kering. Tidak berapa lama kemudian Nabi Ibrahim AS meninggalkan mereka.

Siti Hajar memperhatikan sikap suaminya yang mengherankan itu lalu bertanya ;” Hendak kemanakah engkau Ibrahim ?”

“Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua ditempat yang sunyi dan tandus ini ? “.

Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nabi Ibrahim tidak menjawab sepatah kata pun.

Siti Hajar bertanya lagi;

“Apakah ini memang perintah dari Allah ?”

Barulah Nabi Ibrahim menjawab, “ya”.

Mendengar jawaban suaminya yang singkat itu, Siti Hajar gembira dan hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.

Selang beberapa hari, air yang dari Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha mencari air di sekeliling sampai mendaki Bukit Safa dan Marwah berulang kali sehingga kali ketujuh (terakhir ) ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah air Zamzam.

Air Zamzam yang merupakan berkah dari Allah SWT, mempunyai keistimewaan dan keberkatan dengan izin Allah SWT, yang bisa menyembuhkan penyakit, menghilangkan dahaga serta mengenyangkan perut yang lapar. Keistimewaan dan keberkatan itu disebutkan pada hadits Nabi , ” Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah s.a.w bersabda: “sebaik-baik air di muka bumi ialah air Zamzam. Air Zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit “.

Ibnu Harmalah menceritakan bahwa dia mendengar Said bin Musayyib berkata, “Ibrahim bersama Ismail dan ibunya datang ke Makkah, lalu Ibrahim berkata, ‘Makanlah kalian dari pepohonan dan minumlah dari mata air.’ Akan tetapi, ketika bumi telah menyempit, air pun berhenti mengalir, dan mereka mengalami kehausan.”

Maka ibunya berkata, “Naiklah kamu ke sana, sementara aku berdiam di lembah ini, agar aku tidak menyaksikan kematianmu dan begitu pun engkau tidak menyaksikan kematianku.” Lalu dia pun melakukannya.

Kemudian Allah menurunkan seorang malaikat dari langit kepada ibu Ismail. Ketika malaikat itu mendekatinya, dia menjerit histeris. Lalu malaikat itu pun terbang sambil mengibaskan sayapnya ke tempat Zamzam dan berkata, “Minumlah kalian.” Maka jadilah mata air yang mengalir, dan seandainya dia membiarkannya begitu saja niscaya akan tetap seperti itu.

Akan tetapi, karena dia merasakan kehausan yang hebat, dia meminumnya secara terus-menerus dan menggali parit untuk menampungnya. Lalu air pun surut. Demikianlah, setiap kali air menyurut, mereka terus-menerus menggalinya, hingga kemudian hancur dan dikubur oleh banjir. (Al-Fakihy: II/5).

Bebas dari kemunafikan
Diceritakan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Merasa kenyang oleh air Zamzam adalah (pertanda) kebebasan dari kemunafikan.”

Abu Said menceritakan dari seorang Anshar, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Suatu tanda (yang membedakan) antara kita dengan orang-orang munafik adalah jika kita menimba air Zamzam, kita akan merasa kenyang olehnya. Sementara orang munafik tidak akan pernah merasa kenyang olehnya.”

Diceritakan dari Al-Waqidy, dari Tsaury, dari Mughirah bin Ziad, dari Atha’, bahwa Ka’bul Akhbar pernah membawa dua belas kantong air Zamzam ke negeri Syam. Dan menurut riwayat lain dikatakan bahwa dia pernah membawa bekal air Zamzam menuju negeri Syam.

Ibnu Abbas r.a. juga mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata, “Sebaik-baik sumber air di muka bumi ini adalah zamzam.” (Al-Fakihy: 11/45).

Makanan orang-orang Mukmin
Said bin Abi Hilal mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengirimnya ke Makkah sebagai mata-mata. Ketika itu dia bersembunyi dari siang hingga malam tiba, dia mendatangi Zamzam dan minum darinya. Hal itu berlangsung sampai beberapa malam.

Setelah dia kembali kepada Rasulullah SAW, beliau bertanya kepadanya, “Bagaimana hidupmu?” Kemudian dia bercerita kepada beliau bahwa dia mendatangi Zamzam lalu minum darinya. Rasulullah SAW pun bersabda, “Sesungguhnya dia (zamzam) adalah obat dari segala penyakit dan pengganti makanan.” (Al-Fakihy: 11/45).

Ubay bin Ka’ab RA pernah bercerita kepada Ibnu Abbas RA, katanya, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Semoga rahmat Allah meliputi Hajar, seandainya dia membiarkan Zamzam begitu saja niscaya ia menjadi mata air yang mengalir.” (Al-Fakihy: II/6).

Sumber: jurnalhaji.com & hajiumroh.com

Demikian informasi tentang Sejarah Mata Air Zamzam semoga bermanfaat bagi anda semua.