Selamat Datang Di Pangupodit.com, Semoga Semua Informasi Ini Bermanfaat Bagi Anda.
Tweet This! Share on Facebook Digg it! Add to Delicious! Stumble it

Pengertian Scanner Dalam Dunia Pendidikan

| May 3rd, 2012 at 11:05 am

Scanner dalam bahasa Inggris berasal dari kata dasar scan yang dalam Bahasa Indonesia sering dipadankan dengan istilah pindai, sehingga dalam Bahasa Indonesia scanner adalah mesin pemindai atau cukup disebut pemindai saja. Istilah pindai sendiri memang bukan istilah yang umum diucapkan atau didengar. Arti dari pindai sendiri adalah melihat dengan teliti dan seksama, sehingga kurang lebih maksud dari pemindai adalah alat yang dapat membaca data dengan teliti dan seksama.

Untuk keperluan pribadi, penggunaan yang umum dari scanner adalah sebagai penyimpan gambar, baik itu foto, surat-surat penting seperti ijazah, atau berita dari Koran dalam bentuk file dijital. Jika diperlukan file dijital itu sewaktu-waktu dapat dicetak. Jadi jika anda memiliki foto, surat-surat berharga atau sekedar artikel dari majalah yang anda anggap penting, dan anda tidak menginginkankehilangan data tersebut, ada baiknya anda menyimpannya dalam bentuk file digital.

Di dalam sebuah sistem komputer, scanner adalah sebuah alat input yang berfungsi sebagai penghasil gambar digital(image digitizer). Cara kerja scanner dalam membaca gambar ada kemiripan dengan mesin foto kopi, namun tidak seperti fotokopi dimana hasil pembacaan tersebut berupa hasil cetakan dalam lembar kertas dari citra yang dibaca, scanner akan menampilkan hasilnya di layar monitor untuk dapat di simpan sebagai sebuah file digital.

Scanner sendiri dalam bidang keteknikan adalah istilah untuk alat yang mampu membaca bentuk atau sifat fisika suatu benda, misalnya bentuk dua dimensi benda, bentuk tiga dimensi benda, suhu suatu wilayah daratan, kondisi otak manusia, suhu tubuh manusia, dan lain sebagainya. Misalnya di bidang kedokteran dikenal alat CT Scan (Computed tomography-Scan) yaitu alat yang dapat menghasilkan gambar dua atau tiga dimensi dari keadaan bagian dalam tubuh pasien.
Di dalam bidang seni multimedia, seperti bidang animasi, para animator menggunakan scanner untuk memindahkan rancangan bentuk-bentuk dasar dari gambar yang akan diolahnya. Misalnya tokoh di dalam film kartun akan digambar dengan tangan menggunakan pensil, kemudian hasilnya akan di-scan. Selanjutnya dengan perangkat lunak animasi, rancangan tersebut akan diberi pewarnaan dan efek-efek tertentuk untuk menghasilkan sebuah karya animasi.

Komponen-komponen Scanner
Komponen-komponen yang dimaksud adalah komponen-komponen pada scanner flatbed. Komponen tersebut adalah :

  1. Alas kaca
    Alas kaca digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
  2. Sumber Cahaya
    Sumber cahaya berupa lampu dengan intensitas cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
  3. Sensor sinal pantulan
    Jenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah sensor CCD(charge-coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa scanner.
  4. Motor Stepper dan pita bergerigi
    Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
  5. Penutup
    Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.

Selain komponen-komponen tersebut tentu masih ada banyak komponen lain, tetapi fungsi dan bentuknya dapat berbeda antara jenis scanner satu dan lainnnya.

Cara Kerja Scanner

  1. Gambar yang akan dipindai diletakan di atas permukaan kaca pemindai
  2. Sebelum gambar dipindai, komputer akan menentukan seberapa jauh motor stepper yang membawa lampu akan maju, jaraknya ditentukan oleh panjang gambar dan posisi gambar di kaca pemindai.
  3. Lampu mulai menyala dan motor stepper akan mulai berputar untuk menggerakkan lampu hingga posisi akhir gambar.
  4. Cahaya yang dipancarkan lampu ke gambar akan segera dipantulkan,kemudian pantulan yang dihasilkan akan dibaca oleh sejumlah cermin menuju lensa scanner.
  5. Cahaya pantulan tersebut akhirnya akan sampai ke sensor CCD
  6. Sensor CCD akan mengukur intensitas cahaya dn panjang gelombang yang dipantulkan dan merubahnya menjadi tegangan listrik analog.
  7. Tegangan analog tersebut akan diubah menjadi nilai dijital oleh alat pengubah ADC (analog to Digital)
  8. Sinyal dijital dari sensor CCD akan dikirim ke papan lojik dan dikirimkan kembali ke computer dalam bentuk data dijital yang menunjukan warna pada titik-titik gambar yang dipantulkan.

Optimalisasi Flatbed Scanner

Scanner (pemindai) adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Tapi berbeda dengan mesin fotokopi yang hasilnya bisa langsung kita lihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya yang berupa sebuah data digital disimpan pada komputer, kemudian dapat ditampilkan melalui layar monitor. Kelebihannya dari mesin fotokopi adalah:

  1. Mengubah bentuk analog menjadi bentuk digital.
  2. Hasilnya mempunyai warna yang benar-benar sama seperti aslinya.
  3. Hasil yang didapatkan dapat di edit, diubah dan dimodifikasi memakai aplikasi pengolahan gambar agar sesuai dengan keinginan kita.
  4. Hasilnya bisa dimasukkan atau dipakai secara langsung kesemua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.
  5. Dapat disimpan sebagai file teks, dokumen dan gambar.
  6. Untuk pencetakannya juga bisa dimodifikasi ukurannya sesuai keinginan kita tidak harus persis sama dengan aslinya.

Dipasaran terdapat dua jenis scanner, terutama pada flatbed scanner yaitu Charge-Couple Device (CCD) dan Contact Image Sensor (CIS). CCD lebih unggul dalam faktor kedalaman warna (bit) tetapi secara fisik membutuhkan ruang yang besar dibandingkan dengan CIS yang lebih ramping.

Bit adalah kedalaman warna (bit depth/colour depth), yang jadi faktor penting lain dalam men-scan foto atau film. Bit adalah ukuran sebuah scanner dalam merekam perbedaan detail dalam warna dan tone. 8 bit mempunyai 256 warna, 24 bit mempunyai 16 juta lebih warna. Dewasa ini, scanner mempunyai 42 bit (14 bit untuk channel Red Green Blue yang menyusun tiap pixel) atau 48 bit (16 bit per channel warna). Maka semakin besar bit sebuah scanner, semakin bagus pula kualitasnya. Bit berhubungan langsung dengan resolusi (tingkat kerapatan gambar) yang memakai satuan ukur dots per inchi (dpi).

Demikian informasi tentang Pengertian Scanner Dalam Dunia Pendidikan semoga bermanfaat bagi anda semua.