Selamat Datang Di Pangupodit.com, Semoga Semua Informasi Ini Bermanfaat Bagi Anda.
Tweet This! Share on Facebook Digg it! Add to Delicious! Stumble it

Pengertian Metode Belajar CTL

| May 12th, 2012 at 02:05 am

Pembelajaran dengan CTL (contextual teaching & learning) akan memungkinkan proses belajar yang tenang dan menyenangkan karena proses pembelajaran dilakukan secara alamiah dan kemudian peserta didik dapat mempraktikkan secara langsung ke berbagai materi yang telah dipelajarinya. Dengan menerapkan contextual teaching & learning ( CTL) ini guru tidak hanya menyampaikan materi belaka yang berupa hafalan tetapi juga bagaimana mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik termotivasi untuk belajar. Lingkungan belajar yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual, dan keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan.

Pelaksanaan CTL dipengaruhi berbagai faktor internal dari peserta didik sendiri, dan faktor eksternal atau lingkungan sekitarnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam CTL antara lain:[1]

1) Guru harus memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik

2) Hendaknya guru memulai dari keseluruhan menuju bagian-bagian secara khusus (dari umum ke khusus).

3) Penekanannya pada pemahaman dengan cara

a) Menyusun konsep sementara

b) Melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain

c) Merevisi dan mengembangkan konsep

4) Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktikkan secara langsung apa-apa yang dipelajari

5) Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari.

Selain menggunakan CTL dalam pembelajaran ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru antara lain:

1) Memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individu peserta didik

2) Lebih mengaktifkan peserta didik dan guru mendorong berkembangnya kemampuan baru

3) Menimbulkan jalinan kegiatan belajar di madrasah, rumah dan lingkungan masyarakat.

Senada dengan hal di atas, University of Washington (2001) mendeskripsikan enam unsur penting yang harus diperhatikan dalam pendekatan kontekstual, yaitu sebagai berikut:[2]

1) Pembelajaran bermakna, pemahaman, relevansi, dan penghargaan pribadi siswa bahwa dia berkepentingan terhadap materi atau isi pelajaran dan pembelajaran dirasakan penting dan relevan dengan kehidupannya.

2) Penerapan pengetahuan, kemampuan untuk melihat bagaimana dan apa yang dipelajari diterapkan dalam tatanan-tatanan lain dan berfungsi pada masa sekarang dan akan datang.

3) Berpikir tingkat tinggi; siswa dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam pengumpulan data, memaknai suatu isu, atau memecahkan suatu masalah.

4) Kurikulum yang dikembangkan berdasarkan standari, materi atau isi pembelajaran berhubungan dengan suatu rentang dan beragam standar lokal, negara bagian, nasional, asosiasi, dan atau industri.

5) Responsif terhadap budaya, pendidik harus memahami dan menghormati nilai, keyakinan, dan kebiasaan siswa, sesama rekan pendidik dan masyarakat tempat mereka mendidik. Berbagai macam budaya perorangan ada empat perspektif yang seharusnya dipertimbangkan yaitu individu siswa, kelompok siswa (seperti tim atau keseluruhan kelas), terutama sekolah dan tatanan masyarakat yang lebih besar.

6) Penilaian autentik, penggunaan berbagai macam strategi penilaian yang secara valid mencerminkan hasil belajar sesungguhnya yang diharapkan dari siswa. Strategi-strategi ini dapat meliputi penilaian atas proyek dan kegiatan siswa, penggunaan portofolio, rubriks, ceklis, dan panduan pengamatan, di samping memberikan kesempatan kepada siswa ikut aktif berperan serta dalam menilai pembelajaran mereka sendiri dan penggunaan tiap-tiap penilaian untuk memperbaiki keterampilan.

Wawasan konsepsional atau dasar-dasar pemahaman tentang pembelajaran berbasis kompetensi dan contextual teaching & learning (CTL) yang dipakai sebagai acuan pembelajaran pada KBK dan KTSP sudah terjabarkan, walaupun hanya bersifat garis besar. Apabila guru (yang berposisi fasilitator) bermaksud menerapkan kedua konsep tersebut dalam pembelajaran, harus tercermin sejak dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran sampai dengan penilaian pembelajaran.

Pembelajaran dan pengajaran kontekstual berhasil terutama karena sasaran utamanya, untuk mencari makna dengan menghubungkan pekerjaan akademik dengan kehidupan keseharian dan beragam elemennya sesuai tiga prinsip dasar alam, juga dengan penemuan-penemuan para psikolog dan ahli ilmu saraf. Memahami prinsip-prinsip ini dan cara CTL menerapkannya berarti memahami mengapa pembelajaran dan pengajaran kontekstual memberikan jalan menuju keunggulan akademik yang dapat diikuti semua siswa.

 

Demikian informasi tentang Pengertian Metode Belajar CTL semoga bermanfaat bagi anda semua.