Selamat Datang Di Pangupodit.com, Semoga Semua Informasi Ini Bermanfaat Bagi Anda.
Tweet This! Share on Facebook Digg it! Add to Delicious! Stumble it

Efek Buruk Mencukur Bulu Ketiak Bagi Kesehatan

| April 5th, 2012 at 03:04 am

efek buruk mencukur bulu ketiak

Cara yang paling sederhana untuk menghilangkan bulu ketiak adalah dengan du cara yaitu mencukur atau mencabut bulu ketiak dan ini cara yang popular di Indonesia. Sekitar 55 persen perempuan memilih untuk mencukur, dan 37 persen lebih suka untuk mencabut rambut ketiak. “Mencukur merupakan cara yang lebih mudah, cepat, dan tidak menyakitkan dibanding mencabut, Tapi cara ini hanya bersifat sementara dan ternyata menghilangkan bulu ketiak dengan cara mencukur berakibat buruk terhadap kesehatan kulit.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Unilever dalam Beauty Understanding Survei pada 2011 lalu, sekitar 78 persen perempuan Indonesia memilih menggunakan deodoran untuk merawat kebersihan ketiaknya, dan sekitar 89 persen memilih untuk menghilangkan rambut-rambut ketiak.

Bahaya mencukur rambut ketiak

Efek Buruk Mencukur Bulu Ketiak. Kulit ketiak memiliki kandungan lapisan kulit yang sedikit berbeda dibandingkan dengan jenis kulit lainnya. Dalam lapisan kulit ketiak ini terdapat lapisan yang banyak mengandung kolesterol yang cukup banyak, dan sedikit kandungan ceramides-nya (perekat sel). Struktur lapisan kulit ini membuat kulit ketiak lebih sensitif dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.

Proses mencukur rambut ketiak ternyata justru bisa berbahaya dan merusak penampilan. Karena ketika mencukur rambut ketiak, sekitar 1/3 kulit ketiak atau sekitar 2-3 mg kulit ini akan ikut terkelupas. “Tanpa harus dicukur pun, kulit akan terkelupas secara alami. Namun, dengan mencukur maka kulit ini dipaksa untuk mengelupas,” bebernya.

Kulit yang dipaksa mengelupas akan membuat kulit muda yang belum siap untuk “tampil” muncul ke permukaan terlalu cepat. Akibatnya kulit muda yang seharusnya sehat akan menjadi menjadi lapisan kering, kasar, rusak, iritasi karena luka yang dialami, dan kulit ketiak berubah menghitam. Terbukti, sekitar 68 persen perempuan yang mencukur ketiaknya merasa bahwa kulit ketiaknya berubah menjadi hitam. Sekitar 83 persen perempuan mengalami iritasi setelah bercukur, dan sekitar 2 dari 3 perempuan merasa kulitnya menjadi kasar setelah bercukur.

Kondisi kulit yang seperti ini pasti akan merusak penampilan dan rasa percaya diri Anda, terutama ketika mengenakan busana tanpa lengan. Selain itu, kulit ketiak terasa sakit dan perih.

Yang merupakan faktor resiko (faktor yang meningkatkan kemungkinan terkenanya penyakit) kanker payudara adalah:

* adanya faktor genetik/keturunan
* usia diatas 50 tahun
* gaya hidup yang tidak sehat yaitu merokok, makan makanan yang tinggi lemak, minuman beralkohol, aktivitas fisik yang kurang, dan kegemukan
* adanya riwayat penyakit tumor payudara jinak

Perlu diketahui beberapa efek samping mencukur bulu ketiak dan cara mengatasinya, adalah sebagai berikut:

* Terjadinya luka pada kulit ketiak yang tipis itu (untuk menghindarinya, pakailah shaving foam atau shaving cream dahulu di ketiak, baru dicukur dengan razor yang tajam, jangan terlalu ditekankan ke kulit ketiak, maksimal sebaiknya 2 kali gerakan mencukur)

* Timbulnya bisul (furunkel, yaitu infeksi pada daerah folikel rambut dan sekitarnya) pada ketiak. Saat dicukur, kulit ketiak terluka, dan kuman masuk ke daerah tersebut (karena itu sebaiknya setelah mencukur, bersihkan ketiak dengan air dan sabun, kemudian oleskan alkohol atau after shave lotion untuk mencegah masuknya kuman). -terjadinya iritasi (untuk menghindarinya, pakailah shaving cream sebelum mencukur, dan setelah pakai alkohol, pakailah emolien / pelembut kulit ).

* Adanya rambut yang tumbuh ke dalam setelah dicukur (cara mengatasinya, dapat dicabut dengan pinset, tetapi setelah itu berilah alkohol agar tidak terjadi infeksi).

Demikian informasi tentang Efek Buruk Mencukur Bulu Ketiak Bagi Kesehatan semoga bermanfaat bagi anda semua.