Selamat Datang Di Pangupodit.com, Semoga Semua Informasi Ini Bermanfaat Bagi Anda.
Tweet This! Share on Facebook Digg it! Add to Delicious! Stumble it

Contoh Makalah Tentang Bahan Toksik Di Udara

| April 16th, 2012 at 01:04 am

Pada umumnya bahan pencemar udara adalah berupa gas-gas beracun (hampir 90 %) dan partikel-partikel zat padat. Gas-gas beracun ini berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan, dari industri dan dari rumah tangga. Selain gas-gas beracun di atas, pembakaran bahan bakar kendaraan juga menghasilkan partikel-partikel karbon dan timah hitam yang berterbangan mencemari udara. Bentuk-bentuk zat pencemar yang sering terdapat dalam atmosfer:

Polusi Kendaraan Bermotor

Udara kotor akibat polusi kendaraan bermotor dan polusi asap pembuangan industri ke udara merupakan beberapa contoh dari sumber B3 di perkotaan. Akibat yang ditimbulkan dari Bahan berbahaya dan beracun ini diantaranya adalah gangguan kesehatan mulai dari iritasi mata, asma, gangguan kesehatan, bronkitis, emphysema, dan kanker paru – paru.

Gas-gas beracun hasil dari pembakaran bahan bakar ini biasanya berupa oksida-oksida karbon (karbon dioksida, karbon monokisida) dan nitrogen (nitrogen monoksida, nitrogen dioksida, dinitrogen oksida) dan senyawa-senyawa hidrokarbon. Bahan pencemar udara ini terdispersi dalam udara, sehingga kadarnya menjadi kecil. Sampai kadar tertentu tidak menimbulkan pencemaran, tetapi bila bahan pencemar ini mencapai NAB (Nilai Ambang Batas) atau KTD (Kadar Tertinggi Diijinkan), maka pencemaran udara tidak dapat dihindarkan lagi.

Karbon monoksida (CO) sangat beracun bagi manusia, sebab akan bereaksi dengan haemoglobin dan mengurangi kadar oksigen yang dapat bereaksi dengan haemoglobin yang akan diangkut ke seluruh tubuh, dengan demikian manusia akan kekurangan oksigen untuk keperluan pembakaran dalam tubuhnya, manusia akan menderita sakit kepala bahkan dapat menjadi lemas dan pingsan.

Karbon monoksida. CO, dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung karbon dan oleh pembakaran pada tekanan dan suhu tinggi yang terjadi pada mesin. Karbon monoksida dapat juga dihasilkan dari reaksi oksidasi gas metana oleh radikal hidroksi dan dari perombakan/pembusukan tanaman meskipun tidak sebensar yang dihasilkan oleh bensin. Pada jam-jam sibuk di daerah perkotaan konsentrasi gas CO bisa mencapai 50 -100 ppm. Tingkat kandungan CO di atmosfir berkorelasi positip dengan padatnya lalu lintas, tetapi korelasi negatif dengan kecepatan angin.

Dengan adanya pengaruh yang cukup berbahaya dari gas CO terutama di tempat sumber (beberapa kejadian orang meninggal karena keracunan gas CO di dalam mobil), maka uji emisi perlu dilakukan untuk setiap mobil. Emisi gas CO dapat diturunkan dengan pengaturan pemasukan udara. Seperti perbandingan bahan bakar (berat : berat) kira-kira 16 : 1 dalam pembakaran mesin mobil diperkirakan tidak akan menghasilkan racun.

Mobil-mobil yang modern menggunakan Catalytic Exhaust Reactors untuk menurunkan emisi CO. Kelebihan udara dipompakan ke dalam tempat pembuangan gas, dan campuran tersebut dilewatkan melalui ruang katalitik dalam sistem pembuangan di mana akan terjadi oksidasi dari CO menjadi CO2. Keberadaan atau umur gas CO di atmosfir tidak lama hanya kira-kira 4 bulan. Hal ini terjadi karena karbon monoksida di atmosfir dihilangkan melalui reaksi dengan radikal hidroksil, HO.

Polusi kendaraan bermotor menghasilkan polusi timbal yang terbesar. Kondisi timbal (Pb) di daerah perkotaan dapat mencapai 5 hingga 50 kali daerah pedesaan. Timbal yang mencemari udara ini dalam bentuk gas dan debu. Gas timbal berasal dari pembakaran bahan aditif bensin dari kendaraan bermotor yang terdiri dari Tetra Etil Lead (TML) dan Tetra Metil Lead (TML). Beberapa komponen timbal yang dibuang melalui asap mobil bahkan ada yang meningkat meskipun telah melebihi 18 jam.

Komponen Pb
Persen dari total partikel Pb di dalam asap
Segera setelah starter
18 jam setelah starter
PbBrCl
32,0
12,0
PbBrCl.2PbO
31,4
1,6
PbCl2
10,7
8,3
Pb(OH)Cl
7,7
7,2
PbBr2
5,5
0,5
PbCl2.2PbO
5,2
5,6
Pb(OH)Br
2,2
0,1
PbOx
2,2
21,1
PbCO3
1,2
13,8
PbBr.2PbO
1,1
0,1
PbCO3.2PbO
1,0
29,6

Timbal yang terkandung dalam bensin ini sangatlah berbahaya, sebab pembakaran bensin akan mengemisikan 0,09 gram timbal tiap 1 km. Bila di Jakarta, setiap harinya 1 juta unit kendaraan bermotor yang bergerak sejauh 15 km akan mengemisikan 1,35 ton timbal per hari. Efek yang ditimbulkan tidak main – main.

Salah satunya yaitu kemunduran IQ dan kerusakan otak yang ditimbulkan dari emisi timbal ini. Pada orang dewasa umumnya ciri – ciri keracunan timbal adalah pusing, kehilangan selera, sakit kepala, anemia, sukar tidur, lemah, dan keguguran kandungan. Selain itu timbal berbahaya karena dapat mengakibatkan perubahan bentuk dan ukuran sel darah merah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Debu Industri

Berbagai industri berpotensi menghasilkan debu – debu yang banyak menghasilkan logam berat. Pada industri besi dan baja akan mengeluarkan debu Fe2O3 dan Fe2O4, sedangkan industri semen akan mengeluarkan debu asbestos, industri elektronika mengeluarkan debu timbal, besi, seng, nikel, krom, tembaga dan lain-lain.

Logam – logam berbahaya di atas sangat berbahaya apabila terkontaminasi langsung melalui pernapasan dan juga kontak langsung dengan kulit. Bahaya logam berat itu juga akan semakin berlipat ganda dan besar apabila terakumulasi di dalam rantai makanan dan terakumulasi di dalam tubuh.

Unsur
Sumber
Pengaruhnya pada kesehatan
Kadmium
Pembakaran batu bara, penambangan seng, pipa dan peralatan air, asap tembakau
Penyakit jantung dan pembuluh darah serta hipertensi pada manusia
Timbal
Gas buang kendaraan bermotor, baterai kendaraan (aki)
Kerusakan otak, kejang-kejang, gangguan sikap dan kematian
Air Raksa/ Merkuri dalam bentuk metil merkuri & nikel dalam bentuk Nikel karbonil
Pembakaran batu bara, baterai listrik, industri minyak diesel, minyak resida, pembakaran batu bara, asap rokok, bahan kimia, katalisator, alkil pada batu baja dan non besi, aditif bensin.
Kerusakan syaraf dan kematian, kanker paru – paru.
Berilium
Pembakaran batu bara, beberapa industri (PLTN)
Penyakit saluran napas kronis dan akut, kanker paru – paru.
Antimon
Industri barang enamel
Jantung
Arsen
Pembakaran batubara dan minyak, deterjen, pestisida, limbah tambang
Beracun pada tingkat akumulasi tinggi dan kanker
Selenium
Pembakaran batu bara, minyak dan belerang, industri kertas
Merusak syaraf

Tabel 1 Pembakaran Fosil yang mengeluarkan B3 di udara (Juwito, 1996)

Asap Rokok

Polusi udara lainnya adalah asap rokok. Resiko penyakit yang ditimbulkan asap rokok bagi perokok pasif dan aktif sama saja, karena penyebab dari 87 % dari seluruh kematian adalah akibat dari kanker paru – paru. Penyakit lain akibat dari merokok adalah jantung koroner, kanker kerongkongan, stroke, kanker mulut, kanker esophagus, gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan dan penurunan berat bayi yang baru lahir.

Bahan-Bahan Toksik Yang Ada Di Rumah

Polusi udara di rumah bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti polusi di luar ruangan. Meski bentuk dan aromanya tidak separah di luar ruangan, polusi udara di rumah bisa membahayakan kesehatan juga. Gas-gas yang tak berbau menyengat bisa akibat barang-barang tertentu di rumah bisa membahayakan kesehatan anak-anak yang bernapas lebih cepat ketimbang orang dewasa.Berikut ini adalah penyebab-penyebab potensial polusi udara di dalam rumah:Karpet

Tak sedikit orang yang mengeluhkan kepala pusing, ruam, serta iritasi mata dan tenggorokan setelah pemasangan karpet baru di dalam rumah. Karpet baru, padding, dan perekat bisa menimbulkan gas-gas berbahaya, dan tak baik untuk kesehatan jika terhirup dalam jumlah banyak. Pilih karpet rendah VOC, dan coba tanyakan kepada penjualnya apakah bisa dijemurkan dulu beberapa hari sebelum dipasang di rumah Anda. Hindari berada di ruangan saat karpet dipasang dan pastikan karpet dipasang di ruangan bersirkulasi udara baik. Hindari karpet di rumah jika ada anak yang memiliki penyakit asma.

Cat

Cat adalah salah satu zat yang menimbulkan aroma menyengat dan sebagian orang bisa langsung merasa pusing setelah menciumnya. Untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat cat, pilih cat rendah VOC dan upayakan sirkulasi udara sebaik mungkin selama beberapa hari di ruangan yang sedang dicat. Upayakan untuk tidak menyimpan kaleng cat terlalu lama, atau lebih dari beberapa hari setelah tidak digunakan, karena gasnya bisa menyisip keluar dari kalengnya.

Gas dari peranti masak antilengket

Memasak dengan peralatan memasak antilengket dengan temperatur sangat tinggi bisa melepaskan gas beracun. Upayakan untuk tidak menggunakan peralatan memasak antilengket pada kompor yang terlalu panas, dan selalu gunakan kipas untuk mengusir sisa gasnya. Lebih disarankan untuk menggunakan peralatan masak dari bahan baja.

Kimia dari peralatan kesenian

Saat anak-anak mencoba bermain dengan alat-alat kesenian, seperti tanah liat, alat lukis, lem, atau lainnya, minta ia menggunakan alat-alat itu di ruang terbuka. Meski ada label tidak beracun, alat-alat seperti ini bisa tetap menghasilkan gas beracun saat terhirup.

Zat pembersih

Zat yang terkandung dalam produk-produk pembersih perabot rumah bisa jadi barang berbahaya bila terhirup atau tersentuh, dan bisa menyebabkan ruam atau mengiritasi tenggorokan. Beberapa produk pembersih mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti amonia dan klorin. Coba bersihkan barang-barang perabot rumah dengan campuran yang lebih aman; air hangat dan baking soda. Pakaian yang dibersihkan dengan teknik dry clean

Proses dry clean biasanya menggunakan zat kimia jenis perchloroethylene, yang terbukti menyebabkan kanker pada binatang. Jika Anda mencium ada bau-bauan kimia setelah pakaian dibersihkan cara dry clean, ada baiknya pakaian tersebut disimpan dulu di ruangan lain untuk diangin-anginkan, misalnya garasi, untuk beberapa saat sebelum dibawa masuk ke rumah.

Rokok

Ini sudah hal yang sangat jelas berbahaya. Hidup seatap dengan orang yang merokok merupakan hal yang berbahaya bagi anak-anak. Anak-anak menjadi rentan mengalami pneumonia, bronkitis, dan batuk. Terlebih bagi anak dengan kondisi asma, lebih rentan mengalami serangan mendadak saat menghirup asap rokok.
Tak hanya itu, thirdhand smoke, atau residu rokok yang menempel pada busana, karpet, tempat duduk di rumah perokok juga bisa berbahaya untuk anak, khususnya bagi anak yang merangkak di lantai.

Kompor yang bermasalah

Kompor gas yang tidak terpasang sempurna juga bisa menyebarkan gas berbahaya di sekitar rumah. Dalam level rendah, karbon monoksida bisa menyebabkan kelelahan. Konsentrasi karbon monoksida yang tinggi juga bisa menyebabkan pusing, kebingungan, bahkan kematian. Nitrogen dioksida bisa menyebabkan masalah pernasapan, khususnya pada anak-anak. Pastikan kompor berada di ruangan dengan ventilasi baik.

Pengharum ruangan

Pengharum ruangan juga bisa menyebabkan masalah pernapasan dan pusing bagi sebagian orang. Dalam sebuah studi, sepertiga orang dengan asma mengatakan mengalami masalah pernapasan saat terekspos dengan pengharum ruangan.
Sebagian pengharum ruangan mengandung bahan bernama phthalates, zat yang diketahui bisa bermasalah pada perkembangan dan hormon anak. Lebih baik gunakan pengharum ruangan alami buatan sendiri, seperti dari daun mint, rosemary, basil, dan pastikan ruangan berventilasi baik.

Furnitur

Zat kimia formaldehyde biasa ditemukan pada furnitur jenis kayu press, juga pada tirai yang dengan press permanen. Anak-anak sangat rentan mengalami masalah pernapasan akibat gas dari formaldehyde ini. Disarankan untuk membiarkan furnitur baru pada ruangan dengan aliran udara bebas sebelum dibawa ke dalam rumah dan selalu cuci tirai sebelum dipasang.


Bahan toksik yang ada di udara luar rumah atau udara bebas antara lain, terdapat pada asap rokok, asap kendaraan bermotor dan debu-debu hasil pembakaran dari berbagai industri dan lain sebagainya kesemua baha toksik tersebut akan sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia apalagi secara terus-menerus atau setiap hari.

Bahan toksik yang ada di dalam rumah juga tidak kalah berbahaya dengan bahan tosik yang ada di luar rumah seperti karpet, cat, Gas dari peranti masak antil engket, Kimia dari peralatan kesenian, Zat pembersih dan lainnya, apalagi jika terhirup oleh anak anak dan hal tersebut terjadi terus menerus setiap hari.

Demikian informasi tentang Contoh Makalah Tentang Bahan Toksik Di Udara semoga bermanfaat bagi anda semua.